25 Juli 2024

Kepopuleran Live Streaming di Berbagai Platform



Live streaming menjadi sangat populer saat ini karena berbagai alasan yang berkaitan dengan teknologi, budaya, dan kebutuhan masyarakat. Perkembangan ini menunjukkan bahwa live streaming bukan hanya tren sementara, tetapi menjadi bagian integral dari cara orang berkomunikasi, berbagi konten, dan membangun komunitas di dunia digital. 


Faktor Live Streaming Menjadi Populer

Berikut adalah beberapa faktor utama yang mendorong maraknya live streaming:


1. Kemajuan Teknologi

  • Koneksi Internet yang Cepat: Peningkatan kecepatan internet memungkinkan streaming video berkualitas tinggi tanpa buffering.
  • Perangkat yang Lebih Canggih: Smartphone, komputer, dan kamera dengan kemampuan yang lebih baik membuat streaming lebih mudah dan terjangkau.
  • Software dan Platform: Alat streaming yang intuitif dan platform yang ramah pengguna, seperti OBS Studio, Streamlabs, Twitch, YouTube Live, dan Facebook Gaming, memudahkan siapa saja untuk memulai streaming.


2. Interaksi dan Keterlibatan Langsung

  • Interaksi Real-time: Penonton dapat berinteraksi langsung dengan streamer melalui chat, polling, dan donasi, menciptakan pengalaman yang lebih personal dan interaktif.
  • Komunitas: Live streaming memungkinkan pembentukan komunitas yang kuat dan loyal di sekitar streamer atau konten tertentu.


3. Monetisasi dan Peluang Ekonomi

  • Donasi dan Langganan: Penonton dapat mendukung streamer favorit mereka secara finansial melalui donasi atau langganan berbayar.
  • Sponsorship dan Iklan: Banyak perusahaan yang melihat potensi dalam live streaming untuk memasarkan produk mereka melalui sponsorship dan iklan.
  • Merchandise dan Produk Digital: Streamer dapat menjual merchandise atau produk digital untuk menambah pendapatan.


4. Konsumsi Konten yang Beragam

  • Berbagai Jenis Konten: Live streaming tidak hanya terbatas pada gaming. Musik, seni, talk show, tutorial, dan acara sehari-hari semuanya bisa disiarkan.
  • Konten Autentik: Live streaming menawarkan konten yang lebih autentik dan kurang dipoles dibandingkan video yang direkam dan diedit sebelumnya.


5. Pandemi COVID-19

  • Adaptasi Digital: Pandemi memaksa banyak orang untuk mencari hiburan dan interaksi sosial secara online, meningkatkan penggunaan live streaming.
  • Virtual Events: Banyak acara besar, seperti konser, konferensi, dan festival, beralih ke format live streaming.


6. Pengaruh Media Sosial

  • Viralitas dan Sharing: Konten live streaming dapat dengan mudah dibagikan dan menjadi viral di media sosial, menarik lebih banyak penonton.
  • Influencer dan Selebriti: Banyak influencer dan selebriti yang menggunakan live streaming untuk berinteraksi dengan penggemar mereka, meningkatkan popularitas platform ini.


7. Aksesibilitas dan Kemudahan

  • Platform Gratis: Sebagian besar platform live streaming dapat diakses secara gratis, baik untuk streamer maupun penonton.
  • Kemudahan Penggunaan: Alat dan aplikasi live streaming telah dibuat sangat mudah digunakan, bahkan untuk pemula.


8. Tren dan Budaya Populer

  • E-Sports dan Gaming: Popularitas e-sports dan game streaming terus meningkat, menarik jutaan penonton.
  • Cultural Shift: Ada perubahan budaya di mana orang semakin nyaman dengan berbagi kehidupan mereka secara online dan menikmati konten dari orang biasa.


9. Feedback Instan

  • Respons Cepat: Streamer dapat mendapatkan umpan balik langsung dari penonton, memungkinkan mereka untuk menyesuaikan konten mereka secara real-time.
  • Engagement Metrics: Platform menyediakan metrik yang membantu streamer memahami apa yang disukai oleh penonton dan bagaimana mereka dapat meningkatkan konten mereka.


10. Fleksibilitas Konten

  • Kreativitas: Streamer memiliki kebebasan untuk menjadi kreatif dengan konten mereka, membuatnya lebih menarik dan unik.
  • Format Fleksibel: Tidak ada batasan waktu atau format yang ketat, sehingga streamer dapat bereksperimen dengan berbagai jenis konten.


Gabungan dari faktor-faktor ini telah menciptakan lingkungan yang mendukung dan memfasilitasi pertumbuhan pesat live streaming, menjadikannya salah satu cara utama bagi orang untuk berkomunikasi, berbagi konten, dan membangun komunitas secara online.


Platform Populer untuk Live Streaming

Ada beberapa platform streaming yang populer dan banyak digunakan oleh orang di seluruh dunia. Berikut adalah beberapa di antaranya:


1. Twitch

  • Fokus: Utamanya pada game dan e-sport, tetapi juga mendukung berbagai konten lainnya seperti "Just Chatting," seni, musik, dan memasak.
  • Kelebihan: Komunitas yang besar, fitur interaktif seperti chat, emotes, dan integrasi dengan berbagai alat streaming.
  • Monetisasi: Donasi, langganan (Twitch Prime), bit (virtual currency), iklan, dan sponsorship.


2. YouTube Live

  • Fokus: Beragam, dari gaming hingga edukasi, musik, dan vlog.
  • Kelebihan: Integrasi dengan ekosistem YouTube, jangkauan penonton yang luas, dan fitur seperti Super Chat, membership, dan monetisasi iklan.
  • Monetisasi: Iklan, Super Chat, channel membership, dan sponsorship.


3. Facebook Gaming

  • Fokus: Gaming, tetapi juga mulai memperluas ke konten lain.
  • Kelebihan: Mudah diakses oleh pengguna Facebook, integrasi dengan komunitas Facebook, dan kemampuan untuk berbagi streaming dengan teman.
  • Monetisasi: Stars (virtual currency), langganan, iklan, dan sponsorship.


4. Instagram Live

  • Fokus: Konten yang lebih pendek dan kasual, sering digunakan oleh influencer dan selebriti.
  • Kelebihan: Kemudahan penggunaan, integrasi dengan Instagram Stories, dan jangkauan yang luas di antara pengguna Instagram.
  • Monetisasi: Badges (selama live streaming), kemitraan dengan brand, dan promosi produk.


5. TikTok Live

  • Fokus: Konten pendek dan kreatif, sangat populer di kalangan anak muda.
  • Kelebihan: Fitur interaktif seperti gifts (hadiah virtual) dan tantangan.
  • Monetisasi: Gifts, sponsorship, dan kemitraan brand.


6. DLive

  • Fokus: Gaming dan konten kreatif.
  • Kelebihan: Menggunakan teknologi blockchain untuk mendukung sistem reward yang lebih adil bagi streamer dan penonton.
  • Monetisasi: Donasi, langganan, dan rewards berbasis cryptocurrency.


7. Mixer (sudah tidak beroperasi, namun dulunya populer)

  • Fokus: Gaming.
  • Kelebihan: Integrasi yang baik dengan ekosistem Microsoft dan Xbox.
  • Monetisasi: Sparks (virtual currency), langganan, dan sponsorship.


8. Periscope (sudah tidak beroperasi, namun dulunya populer)

  • Fokus: Live streaming kasual dan liputan berita.
  • Kelebihan: Integrasi dengan Twitter, mudah digunakan untuk live streaming cepat.
  • Monetisasi: Tidak tersedia.


9. Mango Live

  • Fokus: Live Streaming, Tarian Joget dan lain lain.
  • Kelebihan: Fitur interaktif seperti gifts (hadiah virtual) dan monetasi ruangan privasi.
  • Monetisasi: Gifts, sponsorship, dan kemitraan brand.


Platform mana yang Anda pilih akan bergantung pada jenis konten yang ingin Anda bagikan, serta audiens yang ingin Anda capai. Masing-masing platform memiliki fitur dan komunitas yang unik, jadi pilihlah yang paling sesuai dengan kebutuhan dan tujuan Anda.

04 Februari 2023

Bagaimana Cara Memulai Investasi Saham di Indonesia



Investasi saham merupakan salah satu cara untuk memperoleh keuntungan finansial dalam jangka panjang. Investasi saham di Indonesia bisa dilakukan oleh siapa saja, baik individu maupun perusahaan. Namun, bagi sebagian orang, memulai investasi saham bisa menjadi hal yang menakutkan dan membingungkan.


Sebelum memulai investasi saham, pertimbangkan tujuan finansial Anda dan tingkat risiko yang Anda siap tanggung. Ini akan membantu Anda membuat rencana investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat membantu memulai investasi saham di Indonesia.


Langkah pertama adalah memahami pasar saham dan bagaimana cara kerjanya.

Ini bisa dilakukan dengan membaca buku atau artikel tentang pasar saham, mengikuti seminar atau workshop, atau mencari nasihat dari profesional investasi.


Langkah kedua adalah membuka rekening saham.

Ini bisa dilakukan dengan mengunjungi bank atau perusahaan sekuritas. Anda akan diminta mengisi formulir pendaftaran dan menyediakan dokumen identitas dan bukti alamat.


Langkah ketiga adalah memilih saham yang akan dibeli.

Ini bisa dilakukan dengan mempelajari laporan keuangan perusahaan dan mengikuti perkembangan pasar saham. Anda juga bisa meminta nasihat dari profesional investasi atau mengikuti rekomendasi dari analis saham.


Langkah keempat adalah membeli saham.

Ini bisa dilakukan dengan menggunakan platform online trading atau dengan menghubungi perusahaan sekuritas. Anda akan diminta menentukan jumlah saham yang ingin dibeli dan membayar harga saham tersebut.


Langkah kelima adalah mengikuti perkembangan saham yang dibeli dan menjual saham jika diperlukan.

Ini bisa dilakukan dengan memantau harga saham secara teratur dan menjual saham jika harga sudah mencapai target keuntungan atau jika situasi pasar memburuk.


Secara keseluruhan, memulai investasi saham di Indonesia sangat mudah dan tidak memerlukan banyak modal awal. Namun, seperti halnya investasi lain, investasi saham juga memiliki risiko. Oleh karena itu, penting untuk memahami pasar saham dan mempertimbangkan risiko sebelum memulai investasi.


Dengan memperhatikan langkah-langkah di atas dan bekerja sama dengan profesional investasi, Anda dapat memulai investasi saham dengan percaya diri dan memperoleh keuntungan finansial dalam jangka panjang. Secara keseluruhan, memulai investasi saham di Indonesia memerlukan beberapa pengetahuan dan pemahaman tentang pasar saham. Namun, dengan melakukan riset dan mempelajari dasar-dasar investasi saham, Anda dapat memulai membangun portofolio saham yang menguntungkan.

Mata Uang Crypto: Dapatkah Menggantikan Mata Uang Fiat?


Seperti yang diketahui, mata uang crypto saat ini sudah banyak terdengar di kalangan generasi milenial bahkan sampai di kalangan masyarakat awam sekalipun, walapun begitu kepemilikan mata uang digital itu masih bisa terbilang sangat kecil dibandingakn dengan kepemilikan mata uang Fiat seperti US Dollar, Euro, Rupiah dll.


Mata uang crypto seperti Bitcoin dan Ethereum memiliki banyak kelebihan dibandingkan mata uang fiat seperti dolar AS atau euro. Transaksi dengan mata uang crypto lebih cepat dan biaya transaksinya lebih rendah. Namun, masih ada beberapa hal yang menghalangi mata uang crypto untuk menggantikan mata uang fiat sebagai mata uang utama.


Volatilitas harga merupakan salah satu kendala utama bagi mata uang crypto. Harga mata uang crypto sangat fluktuatif dan sangat rentan terhadap perubahan pasar. Ini berbeda dengan mata uang fiat yang memiliki nilai yang lebih stabil dan diterima secara luas di seluruh dunia.


Kurangnya akseptabilitas adalah masalah lain bagi mata uang crypto. Meskipun ada beberapa pedagang dan merchant yang menerima pembayaran dengan mata uang crypto, masih banyak negara dan perusahaan yang belum menerima mata uang ini sebagai alat pembayaran. Hal ini menyebabkan mata uang crypto tidak dapat digunakan secara luas dan tidak memiliki daya beli yang sama dengan mata uang fiat.


Masalah keamanan dan perlindungan konsumen juga merupakan halangan bagi mata uang crypto untuk menggantikan mata uang fiat. Ada risiko bahwa mata uang crypto dapat dicuri atau hilang tanpa adanya jaminan atau perlindungan dari pihak berwenang. Ini berbeda dengan mata uang fiat yang dilindungi oleh bank dan pemerintah.


Meskipun mata uang crypto masih memiliki jauh untuk pergi sebelum dapat menggantikan mata uang fiat secara penuh, mata uang ini sedang berkembang dan banyak perusahaan dan negara yang mulai mempertimbangkan penggunaannya. Namun, sampai saat ini mata uang fiat masih menjadi pilihan utama bagi mayoritas orang karena stabil dan diterima secara luas.


Secara keseluruhan, meskipun mata uang crypto memiliki potensi untuk menggantikan mata uang fiat, masih ada beberapa kendala yang harus diatasi sebelum hal itu dapat terjadi. Mata uang crypto sedang berkembang dan masa depannya sangat menjanjikan, tetapi sampai saat ini mata uang fiat masih menjadi pilihan utama bagi mayoritas orang.

06 Oktober 2022

Dua Jenis Kendaraan yang bisa Dijadikan untuk Jaminan Gadai

gadai mobil motor


Pada saat ada keperluan dana secara mendadak apalagi dalam jumlah yang cukup besar maka kendaraan bisa dijadikan jaminan gadai. Uang bisa segera didapat dengan cepat dan cukup mudah dan cepat jika segala persyaratannya sudah lengkap dipenuhi. Berikut beberapa jenis kendaraan yang bisa dijadikan untuk jaminan gadai.

Jenis Gadai Kendaraan

Kendaraan yang telah memenuhi syarat maka bisa dijaminkan dengan jenis gadai sebagai berikut.

Gadai Fisik Kendaraan

Dalam hal ini yang dijaminkan adalah fisik kendaraannya. Sehingga fisik kendaraan akan disimpan di tempat pegadaian. Kendaraan harus disertai dengan bukti sah legalitasnya, yaitu BPKB (Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor), bukti pembelian, STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan) serta bukti identitas diri dan lain sebagainya.

Gadai BPKB atau Pinjaman Multiguna

Dalam hal ini maka yang dijaminkan cukup BPKB kendaraannya saja, yakni dari sisi legalitasnya saja. Fisik kendaraan tidak akan disimpan di tempat pegadaian. Persyaratan legalitas dan identitas diri juga harus lengkap. Ada yang perlu dilakukan survey dan cek fisik kendaraan namun ada juga lembaga pinjaman yang tidak mensyaratkan adanya survey cek fisik kendaraan maka pinjaman sudah bisa cair, hanya dengan pertimbangan dari sisi legalitas kendaraannya saja.


Tempat Pegadaian Kendaraan

Kendaraan bisa dijadikan jaminan pinjaman tak hanya di pegadaian saja tapi juga di bank dan di berbagai lembaga keuangan atau finance lainnya, yang telah mendapat ijin dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Sebaiknya pilih lembaga keuangan resmi yang sudah terdaftar resmi dan mendapat ijin OJK. Hindari lembaga keuangan yang tidak resmi agar tidak terlibat masalah terutama di kemudian hari, dan jangan mudah tergiur dengan besarnya jumlah pinjaman. Perhatikan juga dengan besaran rate bunganya. Pilih yang terkecil.

Besar Pinjaman dengan Jaminan Kendaraan

Jumlah pinjaman yang bisa didapat adalah sekitar 75 persen dari nilai jual kendaraan yang dijaminkan.

Jangka Waktu Cairnya Pinjaman dengan Jaminan Kendaraan

Jangka waktu pencairan pinjamannya bisa berlangsung cepat, jika seluruh persyaratannya sudah dipenuhi, yakni bjsa hanya dalam beberapa hari saja atau bahkan ada yang bisa cair di hari yang sama.

Jenis Kendaraan yang Dapat Digadaikan

Pada dasarnya terdapat dua jenis kendaraan dalam batas maksimal usia tertentu yang bisa dijaminkan, yaitu sebagai berikut.

Kendaraan Roda Dua atau Sepeda Motor

Sepeda motor dalam berbagai jenis dan merk bisa dijadikan jaminan gadai, baik kendaraannya secara fisik maupun BPKB nya saja. Di Pegadaian batas Usia sepeda motor yang akan digadaikan adalah maksimal 15 tahun. Pada beberapa lembaga keuangan lainnya syarat batas maksimal usia sepeda motor yang bisa dijaminkan dapat kurang dari 15 tahun. 

Kendaraan Roda Empat atau Mobil

Aneka jenis mobil dalam berbagai jenis dan ukuran serta merk bisa dijadikan sebagai jaminan gadai. Juga baik secara fisik kendaraannya sehingga kendaraan akan disimpan di tempat pegadaian, maupun secara legalitas berupa BPKB nya saja dan kendaraan tidak disimpan di tempat pegadaian. Jika di Pegadaian maka 

Usia mobil yang bisa dijadikan jaminan gadai di pegadaian adalah maksimal usianya 20 tahun. Sedangkan di lembaga keuangan lainnya batas Maksimal usia kendaraan adalah 15 tahun dan Minimal Tahun Kendaraan 2006 untuk jenis mobil sedan, dan jeep serta minibus. Lalu batas usia kendaraan maksimal 10 tahun dengan Minimal Tahun Kendaraan 2011 bagi jenis mobil pick up serta truck. Pada lembaga keuangan yang lainnya bisa berbeda lagi persyaratan batas usianya tersebut.

Pajak Kendaraan

Lalu yang perlu diperhatikan juga adalah mengenai pajak kendaraannya, yaitu harus dalam keadaan hidup, pajak kendaraan dengan secara tertib dilunasi setiap waktunya. Ada beberapa lembaga keuangan tertentu yang masih bersedia menerima kendaraan, baik itu sepeda motor ataupun mobil meski pajak kendaraannya mati, tapi nanti akan dipotong dengan biaya pinjamannya pada saat pencairan guna melunasi pajak kendaraan yang belum dibayarkan.

Itulah kedua jenis kendaraan yang bisa dijadikan sebagai jaminan gadai.

30 Juni 2021

Perkembangan Fintech di Dunia



Saat ini perkembangan Fintech semakin pesat seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju. Pasalnya Fintech merupakan suatu inovasi dalam industri jasa keuangan yang menggunakan teknologi modern. Fintech ini hadir dengan berbagai produk dalam bentuk sistem yang khusus dibuat untuk melakukan mekanisme transaksi dalam bidang keuangan. 

Kehadiran Fintech dengan beragam produk ini tentu memberikan pengaruh baik di bidang permodalan.  Namun, meskipun sudah berkembang pesat dan masyarakat cukup mengenal Fintech, tetapi banyak yang masih kurang update tentang perkembangan Fintech.

Perkembangan Fintech Dunia

Kehadiran komputer pertama kali pada tahun 1960- 1970 yang dilengkapi dengan jaringan internet telah memberikan peluang bagi para pelaku bisnis untuk berkembang di berbagai bidang termasuk finansial.  Salah satunya adalah Fintech yang merupakan perusahaan dalam bidang jasa keuangan yang mengusung teknologi modern. Tujuannya adalah untuk memudahkan dan mempercepat layanan keuangan yang ditawarkan. 

Selanjutnya Fintech pun semakin berkembang pesat dengan banyaknya perusahaan startup yang mulai tumbuh yaitu perusahaan rintisan di bidang teknologi dan informasi.  Fintech berperan menghadirkan cara pembayaran yang jauh lebih mudah dengan berbagai terobosan baru dalam melayani individu dan perusahaan. Lalu, bagaimana awalnya hingga Fintech mampu merajai dunia bisnis di sektor keuangan?

Nah, simak perkembangan Fintech dan perusahaan Fintech dari tahun ke tahun.

  • Tahun 1980:  Fintech mulai hadir  seiring perbankan dunia yang turut menggunakan sistem pencatatan data memakai komputer. Hal ini didukung dengan kehadiran perusahaan e-trader di tahun 1982 yang mendorong Fintech lebih maju. Perusahaan E-trade merupakan contoh perusahaan yang sukses mengelola teknologi modern.
  • Tahun 1990: saham online salah satunya brokerage saham online memudahkan calon investor dalam melakukan penanaman modal sehingga model finansial e-trade banyak dipakai. 
  • Tahun 1998: perbankan dunia menghadirkan sistem online banking untuk nasabah agar  mereka dapat bertransaksi dengan lebih mudah dan praktis. Di masa ini Fintech pun mulai viral dan mulai banyak digunakan oleh masyarakat.
  • Tahun 2005: Fintech pertama, Zopa telah hadir di Inggris dalam bentuk P2P Lending (Peer to Peer Lending). Selanjutnya disusul oleh P2P Lending Funding Circle lain yang mengucurkan dana pinjaman untuk UMKM.
  • Tahun 2006: P2P Lending hadir di Amerika yaitu Lending Club dan Prosper Marketplace.
  • Tahun 2007: Berdasar data Bank Dunia, pengguna Fintech  mulai mencapai 7%.
  • Tahun 2011: Fintech pun mulai hadir di Tiongkok. 
  • Tahun  2014: Pengguna Fintech  telah mencapai 36%. 
  • Tahun 2017: Pengguna Fintech pun berkembang hingga 78% dengan nilai transaksi mencapai Rp202,77 triliun.

Pada akhirnya Fintech ini semakin meluas dan membuat banyak perubahan yang cukup signifikan termasuk gaya hidup masyarakat modern. Konsumen pun mulai meminjam uang atau kredit melalui Fintech. Mereka tidak melulu meminjam uang ke bank yang selanjutnya dianggap sebagai cara yang konvensional. Sebut saja saat ini banyak pengguna Fintech yang memiliki pinjaman modal melalui platform online seperti Peer-to-peer (P2P).

Faktor yang Mendorong Perkembangan Fintech 

Melihat sejarah perkembangan Fintech di atas, bisa dicatat apabila terdapat beberapa faktor yang mendukung perkembangan Fintech. 

1. Teknologi modern
Teknologi  modern yang semakin berkembang pesat  serta munculnya perangkat baru mendorong Fintech lebih cepat berkembang.

2. Inspirasi pelaku bisnis Fintech 
Keberhasilan perusahaan startup menerapkan Fintech khususnya P2P lending yang menarik, mendorong para generasi muda bermimpi untuk dapat bergerak lebih maju. 

Nah, itulah penjelasan tentang perkembangan Fintech  dunia dari tahun ke tahun yang begitu cepat  hingga menjadi populer di kalangan masyarakat dunia. Dapat dikatakan jika gaya hidup dan teknologi berperan besar dalam mendukung eksistensi dan kiprah Fintech di masyarakat dunia.

18 Februari 2021

Cara Deposit XM dengan Skrill yang Mudah

deposit xm


XM merupakan salah satu broker yang cukup piawai dalam bermain di pasar trading. Tak heran, banyak pula para investor yang mempercayainya sebagai broker terbaik untuk membantu mereka mendapatkan keuntungan yang banyak dari dana yang mereka investasikan.

Namun sebelum itu, sebelum bisa mendapatkan keuntungan yang ditawarkan, tentunya kita harus menginvestasikan dana modal kepada XM. Karena nantinya dana modal ini akan digunakan dan diputar oleh XM, selaku pihak broker untuk mengembangkan keuntungan dari dana tersebut.

Jika kamu berencana untuk melakukan, maka salah satu cara yang bisa kamu lakukan untuk melakukan deposit adalah menggunakan Skrill. Nah, berikut ini cara deposit XM dengan Skrill yang mudah untuk kamu lakukan.

1. Memiliki akun Skrill
Pertama yang utama tentunya kamu harus memiliki akun Skrill terlebih dahulu. Setelah memiliki akun Skrill, maka selanjutnya kamu bisa melakukan pengisian deposit pada dompet Skrill kamu. Cara melakukan deposit ini pun memiliki variasi metode pembayaran. Mulai dari menggunakan kartu debit, kartu kredit, hingga transfer melalui bank. Kamu bisa memilihnya sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kamu.

2. Login ke akun XM
Selanjutnya kamu melakukan login pengguna di XM. Isi dan kemudian pilih opsi pengisian saldo menggunakan Skrill. Caranya cukup mudah. Kamu hanya perlu pergi ke arah deposit dan pilih menggunakan Skrill sebagai metode pembayarannya, karena ada metode pembayaran yang lainnya.

3. Selesai
Dengan begitu, selamat! Kamu telah berhasil melakukan deposit XM menggunakan dengan Skrill. Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, maka kamu bisa melihat bukan begitu mudah cara deposit XM dengan Skrill. Banyak orang melakukan deposit melalui Skrill karena proses transaksinya yang sangat cepat dan aman. Selain itu, metode pembayaran menggunakan Skrill sendiri cukup dipakai banyak oleh orang lain sehingga menjadi metode pembayaran yang populer dan menjadi metode pembayaran yang didukung untuk kegiatan transaksi seperti deposit atau penarikan.

Tidak hanya itu saja, menggunakan Skrill juga bisa membantu kamu nantinya dalam menjaga kerahasiaan transaksi online kamu dari para penjahat siber serta hacker yang mencoba untuk membobol rekening kamu. Dengan begitu, mereka akan sulit untuk melacak dan menguras uang kamu nantinya karena transaksi tidak langsung menuju rekening utama kamu, melainkan melalui perantara pihak ketiga dompet digital, tentu saja Skrill ini. Namun sayangnya, ada batas minimum jika kamu ingin menggunakan Skrill. Biasanya, kamu diharuskan untuk melakukan deposit dengan minimal dana $5. Kamu tidak akan bisa melakukan deposit jika nilai deposit kamu di bawah nilai tersebut.

Selain itu, biasanya kamu akan dikenakan pajak, seperti ketika kamu ingin melakukan penarikan dana di akun Skrill kamu, atau juga melakukan deposit dan penarikan dari akun XM milik kamu nantinya. Meskipun begitu, menariknya jika kamu melakukan deposit ke XM dengan menggunakan Skrill dalam jumlah yang cukup besar, kamu akan dikenakan bebas biaya oleh pihak XM. Baik itu dalam hal penarikan dana maupun deposit dana. Dengan demikian, jika kamu ingin menghindari biaya seperti itu, maka salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan melakukan penarikan dan deposit dana dalam jumlah yang cukup besar. Jika kamu hanya melakukannya dalam jumlah yang kecil, maka kamu pasti akan merasa rugi karena nilai biaya yang dibebankan cukup besar. Jadi, begitulah cara deposit XM dengan Skrill.

Untuk melakukan deposit skrill, Kamu bisa deposit lewat Deposit.co.id ya guys.

26 Oktober 2020

Apa Perbedaan Trading Forex, Saham dan Crypto?



Apa perbedaan trading forex, saham dan crypto? Mengenal perbedaan dalam sistem trading sebenarnya wajib diketahui, mengingat ada beberapa macam trading yang sering kita dengar. Trading saham dan forex sebenarnya sudah lebih dulu populer, dan kini muncul lagi yang terbaru dan banyak diminati yakni trading cryptocurrency baik itu berupa Altcoin maupun Bitcoin. Adapun alasan kenapa banyak orang tertarik melakukan trading crypto, diantaranya karena trading ini bisa kita lakukan dengan modal minim.

Selain itu, beberapa orang pasti tahu bahwa bitcoin sendiri bukan termasuk mata uang digita, sebab ada ribuan produk cryptocurrency lainnya di dalam jaringan, dan biasa disebut sebagai alternative coin atau altcoin.

Perbedaan Trading Forex dan Saham

Untuk mengetahui apa perbedaan trading forex, saham dan crypto, mari kita bahas satu per satu. Pertama-tama, kita akan mengulas perbedaan trading forex dan saham. Dimana forex dan saham termasuk 2 dari banyaknya pilihan produk investasi masyarakat. Kedua produk tersebut biasanya bisa dipergunakan pada sistem trading. Tujuannya ialah untuk memperjualbelikan forex dan saham dalam jangka pendek. Harapannya, para trader dapat memperoleh keuntungan berdasarkan selisih harga beli dan jual maupun harga forex itu sendiri.

Meskipun tampak serupa, namun ada beberapa hal yang membedakan antara trading forex dan saham, diantaranya :

1. Produk yang Diperdagangkan


Pada trading saham, barang yang diperdagangkan ialah aset berharga berupa surat kepemilikan saham di perusahaan. Sedangkan produk trading forex sendiri ialah kontrak nilai mata uang suatu Negara dengan Negara lainnya.

2. Faktor yang Berpengaruh Pada Analisis Teknikal


Pada trading saham, trader wajib menganalisis beberapa faktor yang berpengaruh terhadap perubahan harga mulai dari nilai yang terkecil. Untuk analisis teknikal saham sendiri, trader menganalisis dari data yang terkecil mulai dari laporan keuangan perusahaan, dan sektor terkait perusahaan itu sendiri, lalu kemudian trader melakukan analisis kondisi suatu Negara.

Sedangkan pada trading forex, trader tak perlu melakukan analisa data perusahaan manapun. Sebab perdagangannya terkait langsung dengan nilai mata uang Negara tertentu, jadi data yang perlu dianalisis ialah kondisi suatu Negara dengan Negara yang lainnya.

3. Short Selling


Short selling ialah cara yang dipakai pada penjualan forex atau saham dimana trader atau investor meminjam uang untuk melakukan penjualan saham yang masih belum dimiliki dalam harga yang tinggi. Adapun harapannya, agar trader bisa mengembalikan pinjaman dan membeli kembali ke pialangnya ketika saham turun.

Sementara pada trading forex ada fasilitas bernama short selling. Short selling sendiri sebenarnya ada dalam bursa efek Negara Amerika Serikat, namun Bursa Efek Indonesia sendiri melarang sistem short selling sebab pelakunya bisa memicu penurunan IHSG.

Jadi trading forex dan saham memang tampak serupa jika dilihat sekilas, namun pada kenyataannya banyak sekali perbedaan dari kedua trading tersebut. Selain itu, keduanya mempunyai kekurangan dan kelebihan masing-masing. Persamaannya, Kamu harus mempelajari lebih detail lagi tentang keduanya untuk bisa menemukan mana investasi yang sesuai kebutuhan.

Bagaimana Dengan Perbedaan Trading Forex dan Crypto?


Persamaan trading crypto sendiri sama halnya dengan forex, yaitu keduanya melibatkan proses trading nilai mata uang. Tapi, pasar forex sendiri bisa dibilang lebih besar sedangkan pasar crypto relative sebagai pemula di dunia trading.

Adapun perbedaan crypto dengan forex, dalam forex biasanya selalu melibatkan broker sebagai perantara dan institusi-institusi yang lainnya dan biasanya harus menerapkan biaya di setiap proses trading-nya. Tapi berbeda dengan forex, crypto justru tidak memerlukan broker atau perantara.

Selain itu perbedaan lainnya antara forex dengan crypto ialah likuiditasnya. Sama halnya dengan masalah security dan lainnya. Jika bertanya, apa perbedaan trading forex, saham dan crypto? Perbedaan saham dengan crypto dan forex sendiri sudah jelas berbeda dilihat dari produk yang didagangkan, sedangkan produk yang diperdagangkan pada crypto dan forex sama.